Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mojokerto memiliki tanggung jawab besar dalam menyusun dan mengendalikan anggaran daerah. Salah satu proses yang paling sering memakan waktu adalah pengusulan komponen belanja dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Mitra Cipta Informatika mengembangkan Kebo Anabrang, sebuah aplikasi berbasis web yang mempertemukan standar harga dengan proses usulan secara digital.
Nama Kebo Anabrang bukan sekadar simbol historis. Aplikasi ini merupakan akronim dari Komponen Belanja Online dan Standar Harga Barang. Melalui sistem ini, seluruh siklus pengusulan komponen belanja dilakukan secara daring, terdokumentasi, dan dapat ditelusuri oleh semua pihak yang berkepentingan. Setiap OPD mengajukan usulan berdasarkan standar harga yang telah ditetapkan, sehingga proses perencanaan anggaran menjadi lebih tertib dan akuntabel.
Modul Utama yang Menyusun Alur Kerja
Aplikasi ini dibangun dengan Laravel dan dilengkapi teknologi kecerdasan buatan. Struktur menu dirancang untuk mencakup seluruh tahapan proses, mulai dari perencanaan hingga pengumuman hasil. Beberapa modul utamanya adalah sebagai berikut.
- Standar Harga, menyediakan referensi Standar Biaya Umum, Standar Satuan Harga, Harga Satuan Pokok Kegiatan, dan Analisis Standar Belanja yang menjadi pedoman OPD dalam menyusun usulan biaya.
- Usulan Komponen, mencatat setiap tahap pengajuan mulai dari ringkasan, persetujuan tim verifikasi, penolakan, pengembalian, hingga status disetujui.
- Proses Survey, memfasilitasi survei lapangan agar usulan harga sesuai dengan kondisi pasar yang aktual.
- Rekapitulasi dan Pengumuman, memberikan gambaran menyeluruh serta publikasi keputusan untuk mendorong keterbukaan.
- Master Data, mengelola struktur seperti fase kegiatan, kelompok harga, rekening, OPD, pengguna, dan keterangan verifikasi.
Peran Kecerdasan Buatan dalam Verifikasi
Keunggulan utama Kebo Anabrang terletak pada kemampuannya bertindak sebagai asisten digital. Teknologi AI pada sistem ini bekerja dalam dua fungsi utama. Pertama, mengumpulkan bukti pendukung dari URL atau lampiran usulan secara otomatis, termasuk menelusuri tautan e-commerce, katalog resmi, atau dokumen pengadaan untuk mengekstraksi informasi harga dan spesifikasi. Kedua, melakukan analisis perbandingan antar usulan untuk mendeteksi kesamaan, anomali, atau perbedaan signifikan antara pengajuan dari berbagai OPD.
Dengan kedua fungsi tersebut, tim verifikasi dapat mengidentifikasi usulan yang tidak wajar atau redundan secara lebih cepat. Keputusan anggaran pun didasarkan pada data faktual, bukan asumsi semata. Proses verifikasi menjadi lebih efisien dan subjektivitas dapat ditekan seminimal mungkin.
Dampak bagi Tata Kelola Pemerintahan Daerah
Kehadiran Kebo Anabrang membawa perubahan nyata dalam tata kelola anggaran di Kabupaten Mojokerto. Jejak digital yang tercatat pada setiap pengajuan memperkuat prinsip akuntabilitas. Sementara itu, standarisasi harga yang konsisten mencegah terjadinya perbedaan penafsiran antar OPD. Kombinasi antara arsitektur sistem yang kokoh dan antarmuka yang intuitif menjadikan aplikasi ini sebagai digital enabler dalam transformasi birokrasi daerah.
Proyek ini menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat mendukung pemerintahan yang lebih transparan dan efisien. PT Mitra Cipta Informatika terus mengembangkan solusi serupa untuk berbagai kebutuhan instansi publik dan swasta. Silakan hubungi tim PT Mitra Cipta Informatika melalui kontak yang tersedia di website resmi untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai kebutuhan sistem informasi Anda.